Jus Buah untuk Bayi, Mana yang Paling Sehat dan Bergizi?

Diposting pada

 

Meski jus buah kaya nutrisi, American Academic of Pediatric mengatakan bahwa bayi berusia kurang dari 12 bulan jangan dulu diberikan minum jus. Bayi yang berusia sangat belia masih mengandalkan ASI sebagai sumber nutrisi utamanya, setidaknya sampai pada tahun pertama hidupnya. Namun, jus buah bisa Anda sajikan sesekali sebagai selingan makanan pengganti ASI (MPASI). Berikut tips memilih dan memberikan jus buah untuk bayi.

Memilih jus buah untuk bayi yang paling sehat dan aman dikonsumsi

Jus jeruk mengandung gula yang lebih rendah dari jus lainnya. Selain itu, jus jeruk juga kaya akan vitamin C dan kalium sehingga baik untuk dikonsumsi. Namun pada beberapa kasus, sistem pencernaan bayi tidak dapat menerima jus jeruk sehingga timbul sakit perut atau muncul ruam di kulit setelah mengonsumsinya. Untuk mengantisipasi kondisi ini, sebaiknya tunggu sampai anak berusia 1 tahun sebelum akhirnya dikenalkan dengan jus jeruk.

Beberapa bayi dan anak-anak juga mengalami kesulitan mencerna jus apel, pir, dan prem karena mengandung gula dengan perbandingan fruktosa dan glukosa yang tinggi. Dalam takaran kecil, jus ini sangat efektif mengobati sembelit pada bayi. Namun dalam takaran yang lebih besar, jus dapat menyebabkan kegelisahan, produksi gas berlebih, diare, dan rasa tidak nyaman pada perut.

Jus yang lebih aman dikonsumsi adalah jus anggur putih. Jus ini mengandung gula seimbang dan tidak mengandung sorbitol, sehingga mungkin lebih mudah dicerna dan tidak menyebabkan sakit perut. Namun, anggur hanya mengandung sedikit vitamin C dan memiliki gula lebih tinggi daripada buah-buahan lainnya.

Tips memberikan jus buah untuk bayi

Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika memutuskan memberikan jus buah untuk bayi Anda:

  • Pastikan jika jus buah yang akan dikonsumsi anak Anda adalah jus murni dari 100 persen buah asli.
  • Cuci, kupas, dan bersihkan buah atau sayur yang akan dijus dengan baik. Ingat, Anda harus ekstra hati-hati terhadap kebersihan, keamanan makanan dan tingkat kesegaran buah/sayuran yang akan dijadikan jus.
  • Jangan menambahkan gula, garam, ataupun madu ke dalam jus. Pasalnya, sistem pencernaan bayi Anda mungkin belum siap untuk mencerna semua makanan tersebut. Biarkan si kecil menikmati cita rasa alami makanan yang ia konsumsi.
  • Banyak dokter mengatakan bahwa lebih baik mengenalkan jus sayuran terlebih dahulu karena jus buah cenderung lebih manis. Hal ini membuat bayi akan lebih menyukai jus buah daripada jus sayuran yang hambar. Pilih sayuran yang bisa dicampur dengan buah-buahan seperti wortel-apel, wortel-tomat untuk menambahkan variasi.
  • Hindari pemberian jus menggunakan botol dot. Jadi, pastikan anak Anda sudah mantap menggenggam dan menggunakan gelas bayi (sippy cup).
  • Apabila anak Anda sudah berusia 12 bulan atau lebih, tetap batasi jumlah jus agar tidak lebih dari 120 ml per hari.  Sementara bagi anak usia di atas 7 tahun bisa mengkonsumsi 250–350 ml jus per hari.
  • Dianjurkan untuk memberikan jus hanya sebagai selingan saat waktu makan atau camilan. Hindari pemberian jus sebelum tidur.

Jangan berikan jus buah kemasan untuk bayi. Pasalnya tidak semua jus kemasan memiliki 100% nilai gizi yang sama dengan buah aslinya. Nutrisi dalam jus buah bervariasi, tergantung jenis dan merek jus.

Yang harus diperhatikan saat memberikan bayi jus buah

Penting untuk membatasi jumlah porsi jus buah untuk bayi, terlepas dari berapapun usianya. Selain menyebabkan sakit perut, terlalu banyak minum jus juga dapat merusak nafsu makan anak untuk mengonsumsi makanan sehat, obesitas, malnutrisi, serta menyebabkan kerusakan pada gigi.

Pada dasarnya, anak membutuhkan 2 porsi buah per hari. Jika salah satu porsinya berupa segelas jus, pastikan porsi lainnya adalah sepotong buah segar yang akan memberikan serat dan nutrisi tambahan. Tambahkan air agar jus menjadi lebih encer untuk memastikan anak tidak minum terlalu banyak jus. Namun di sela waktu makan, sebaiknya tawarkan saja air mineral sebagai gantinya.

 

Share to...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *